Kamis, 21 Oktober 2010

Uang Untuk Ganti Waktu Papa Maen Ular Tangga Sama Dinda

Tomi, Pimpinan sebuah perusahaan di Jakarta, tiba di rumahnya jam 9 malam.

Tak seperti biasanya anaknya, Dedi, umur 9 tahun membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

"Kok, belum tidur?" sapa tomi

"Aku nunggu Papa pulang,
sebab aku mau tanya,
Berapa sih gaji Papa?"

"Kamu hitung ya..
Tiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam & dibayar 400.000,
tiap bulan rata-rata 22 hari kerja,
kadang Sabtu masih lembur.
Berapa gaji Papa hayo?"

"Kalo 1 hari Papa dibayar Rp400.000,- untuk 10 jam, berarti 1 jam Papa digaji Rp40.000,- dong"

"Wah, pinter kamu.
Sekarang cuci kaki, terus tidur ya.."

"Papa, aku boleh pinjam Rp5.000,- gak?"

"Sudah, gak usah macam-macam..
Buat apa minta uang malam-malam gini? Tidurlah.."

"Tapi Papa…"

"Papa bilang tidur!"

Dedi pun lari menuju kamarnya sedih.

Usai mandi, Tomi menyesali kekesalannya, menengok Dedi di kamar tidurnya sedang terisak sambil memegang uang Rp15.000,-.

Sambil mengelus kepala dedi, tomi berkata,
"Maafin Papa ya..,
Papa sayang sama Dedi..
Tapi buat apa sih minta uang sekarang?"

"Papa, aku gak minta uang.
Aku hanya pinjam, nanti aku kembalikan kalo sudah menabung lagi dari uang jajan seminggu ini."

"lya, iya, tapi buat apa?"

"Aku nunggu Papa dari jam 8 mau ajak Papa main ular tangga 30 menit aja.
Mama sering bilang waktu Papa itu amat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa.
Aku buka tabunganku hanya ada 15.000...
Karna Papa 1 jam dibayar Rp40.000,- ,
maka setengah jam aku harus ganti Rp20.000,-.
Duit tabunganku kurang R5.000,
makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Dedi polos.

Tomi pun terdiam.
Ia kehilangan kata-kata.
Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dgn haru.

Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yg dia berikan selama ini, tak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.

PESAN MORAL
"Bagi dunia, kau hanya seseorang,
tapi bagi seseorang kau adalah DUNIA-nya".

Tidak ada komentar: