Rabu, 21 Desember 2011

Info: Donor Darah Gratis Kok Butuh Darah Bayar

#disclaimer dari penulis
1. gue bukan orang PMI, hanya penyambung lidah
2. Dirangkum, dicerna, diedit dan ditulis kembali dari kicauannya @justsilly
3. Dedicated for BFL (Blood For Life)

#Keterangan penyebaran info: Blood For Life adalah komunitas yang mengajak khalayak umum untuk mendonorkan darah (http://blood4lifeid.org/faqs/).
- mendaftar di milisnya silahkan mengirimkan email kosong ke blood-for-life@googlegroups.com 
- atau follow twitternya @Blood4LifeID
- Advertise : "Ternyata kantung darah PMI di setiap kota di Indonesia menyusut,
tidak seperti yang kita bayangkan ada ratusan kantong tersedia setiap hari".
"Ayo donor darah!"


Terkadang heran kan, kok setiap minta darah ke PMI kudu bayar padahal kalo kita donor darah kan gratis, kitanya ga minta duit sama sekali… walopun… emang sih bisa dapet segelas susu/kacang ijo, telor rebus, indomie, apple.. (beda2 setiap donor) tapi kalo diitung ga semahal waktu kita mesen darah ke PMI…
PMI jualan darah?? nyari untung banget yah…..

Nah.. disini gue mau ngejabarin kenapa sih kok bisa jadi mahal…
Begini ceritanya, biaya yang kita bayarkan untuk perkantong darah itu sebenarnya adalah biaya pemeliharaan darah supaya kondisinya bisa sama seperti waktu masih didalam tubuh.
Rincinya kira2 seperti ini….

1. Kantong darah
kantongnya bukan kantong plastik biasa yg dijual kiloan dipasar lho, tapi kantong yang didesign khusus agar darah tidak mudah beku dan tidak rusak.

2. Biaya pengecekan terhadap penyakit
Pada saat donor kita akan dicek kesehatannya mulai dari tensi hingga kadar hemoglobinnya.
Termasuk juga dengan biaya pengecekan terhadap penyakit menular supaya tidak terjadi penularan penyakit melalui transfusi darah.
Kalau sesuai dengan keputusan WHO, penyakit yang dicek itu adalah : HIV, Syphilis/rajasinga/Treponema, Hepatitis B, Hepatitis C.
Coba bayangkan bila kita check up ke dokter buat ngecek kita ada penyakit apaan aja, berapaan tuh biayanya.
Dengan donor darah, udah kita membantu orang lain, kita secara tidak langsung juga check up gratis. Karena kalau ternyata kita mempunyai penyakit seperti yang disebutkan diatas kita akan dihubungi oleh PMI (jadi jangan asal ngisi data yah)

3. Biaya Proses Komponen Darah.
Fyi, Darah yg di donorkan tdk berhenti hanya sampe kantong yang anda lihat waktu ngedonor saja.
Kenapa?
jadi orang butuh darah itu ada yang butuh hanya trombositnya saja, ada yang butuh plasma darahnya saja, ada yang butuh darah merahnya saja dll..
contoh:
Trombosit, dipakai untuk penderita demam berdarah, kelainan pembekuan darah, operasi kanker, dll
Nah, untuk mendapatkan trombosit dari darah itu ada proses yang namanya Apheresis dimana prosesnya itu membutuhkan syarat yang banyak dan biayanya sekitar 3,8 juta (perkantong? cc? saya ga jelas) dan hasil dari apheresis ini hanya bertahan 5 jam setelah proses.

4. Uji Silang kecocokan pendonor & terdonor!
Jadi kalau ada org mikir darah bisa langsung di transfusi asal golongan darahnya sama itu… SALAH.
Darah harus di check apakah cocok dengan recipient/penerima donor. Kalau tidak, bahaya! (bahayanya disini saya kurang jelas, tapi yang standarnya kalo ga cocok udah pasti membahayakan kan yah..)

5. Biaya operasional
Biaya2 seperti alat2, listrik, SDM.
Emangnya orang yang kerja di PMI gak butuh gaji? Mereka juga butuh hidup kan?
Belum tempat penyimpanan darah di PMI, butuh biaya kan, kalo mereka ga bisa bayar listrik ke PLN trus dimatiin, darah rusak semua, yang rugi siapa? yang darurat membutuhkan darah kan……


Demikian info ini semoga berguna. Ingin artikel lengkapnya dapat mengunjungi sumbernya langsung di:
http://woelank.com/2011/donor-darah-gratis-kok-butuh-darah-bayar/ 

Tidak ada komentar: